Pulsa Elektrik

Pulsa adalah kebutuhan pokok ! Bergabung atau pun tidak, tetap saja kita atau orang di sekitar kitta akan mengeluarkan uang untuk isi pulsa handphone !

Oleh karena itu ... segera manfaatkan peluang emas ini ! Dijamin !!! kita ga akan rugi Brow ikut di bisnis pulsa ini ! Cukup sekali Pendaftaran (GRATIS), tanpa target penjualan,

Dari sekian banyak bisnis pulsa elektrik yang saya pelajari, perusahaan ini yang bagus dari segi pelayanannya. Dan juga jelas prosedurnya serta tidak bertele-tele alias belibet. Perusahaan ini memiliki web dimana semua programnya jelas dan menjelaskan. Jika anda berminat menjadi anggotanya, tidak akan dipungut biaya alias GRATIS.

OPTIMIS OPTIMIS OPTIMIS

Awali Smua amal Kita Dng Basmallah,
Insya Allah Bernilai Ibadah
Di dalam kehidupan ini, pastinya selalu ada episode berhasil dan episode gagal. Namun, akan lebih baik jika kita selalu optimis menjalaninya. Jika dalam pikiran kita selalu muncul pikiran optimis, sendi-sendi dan semua elemen penyusun tubuh ini akan bergerak bersama-sama mengikuti pikiran kita.

Namun, ketika dalam diri kita ini dipenuhi jiwa kegelisahan, maka semua elemen tubuh kita akan loyo untuk melakukan sesuatu. Dan selalu saja, daftar orang-orang yang sukses itu, dijejali dengan orang-orang yang berjiwa optimis. Kita pun semestinya bisa melakukan hal itu, optimis.

Yang diperlukan dalam perjalanan hidup kita ini adalah menjalaninya dengan sepenuh hati, bertawakal kepada Allah dan juga berusaha. Sebagai seorang muslim, lantas kita berkeyakinan bahwa apa yang kita kerjakan ini ada nilainya bagi dunia dan akhirat.

Dan orang-orang yang semacam ini dikatakan oleh Allah “wa laa qoufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun”, dan tidak ada kekhawatiran dan sedih hati pada diri mereka.

“(tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-Baqarah: 112).


Setiap muslim, terhadap apapun yang terjadi pada dirinya, selalu di sikapi dengan optimisme. Bahkan ketika sakit atau musibah sekalipun mengena pada dirinya, maka ia pun menghadapinya dengan jiwa optimisme. Begitu pula dengan rizki dan jodoh, maka kita pun menghadapinya dengan jiwa optimisme.

Abdu said dan abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tiada seorang muslim yang menderita kelelahan atau penyakit, atau kesusahan (kerisauan hati), bahkan gangguan yang berupa duri, melainkan semua kejadian itu akan menjadi penebus dosa baginya.

Riwayat lain dikatakan:

“Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan, dan menzalimi lalu beristighfar, maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah”. (HR Al Baihaqi).

Kisah Teladan

Alkisah, beberapa tahun silam seorang pemuda terpelajar dan bercita-cita tinggi sedang berpergian naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta. Di kursi sampingnya dudku seorang ibu setengah baya dengan pakaian yang cukup sederhana.

Demi memecahkan keheningan, si pemuda menyapa dan mengajak ngobrol ibu tersebut. "Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?" tanya si pemuda.

"Oh, saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore dik. Ini mau menengok anak saya yang kedua. Dia bekerja di sana." jawab ibu itu.

"Wow… hebat sekali putra ibu." Pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Lalu dengan didasari rasa ingin tahu yang tinggi pemuda itu melanjutkan pertanyaanya. "Kalau saya tidak salah anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua, ya Bu? Lalu bagaimana dengan adik-adiknya?"

"Oh iya…" si ibu lalu bercerita. "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat bekerja di perkebunan di Lampung. Yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank nasonal di Purwokerto, dan yang ketujuh menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi terkemuka di Semarang."

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ketujuh.

"Lalu bagaimana anak pertama ibu?"

Sambil menghela nafas panjang, bu itu menjawab, "Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, Nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar." Kata sang ibu dengan tatapan mata menerawang.

Pemuda itu lantas segera menyahut. "Maaf ya Bu… sepertinya ibu agak kecewa ya, dengan anak ibu yang pertama. Karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia hanya menjadi seorang petani?"

Apa jawab sang ibu…???
Dengan tersenyum ibu itu menjawab.
"Ooohh… tidak, tidak begitu nak, Justru saya PALING BANGGA dengan anak pertama saya. Karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani. Dia pula yang memacu semangat adik-adiknya untuk terus berprestasi di sekolahnya hingga semuanya dapat meraih beasiswa ke pendidikan tinggi."

Pemuda itu terbengong…

Kadang seseorang yang terlihat remeh ternyata memiliki sesuatu yang luar biasa, jasa yang amat menentukan, yang kadang di luar dugaan kita. Seringkali kita menghakimi dan tergesa-gesa membuat kesimpulan sebelum kita memahami permasalahan sebenarnya, karena hanya melihat apa yang tampak saja. Dan membaca kisah di atas, seseorang akan dihormati bukan pada "jadi apa dia" namun "sudah berbuat apa dia".

"Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR Thabrani)

Sumber:// ikhwah Gaul

Frustasi...!!!!!!


Berikut ini kiriman dari seorang sahabAT... semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yg dipersembahkan-Nya dngn segala cinta

-  SURAT AL -ANKABUT : 2-3
* apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mmengatakan : " kami telah beriman", sedangkan mereka tidak di uji lagi ?
dan sesungguhnya kami telah menguji orang2 sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yg benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang2 yg dusta.

-  ALBAQOROH : 216
*  boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedangkan kamu tdk mengetahui

- SURAT ALBAQOROH : 286
* Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

-  SURAT ALI IMRAN : 139
* janganlah kamu bersikap lemah,dan jngn pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi(derajatnya),jika kamu orang2 yg beriman.

-  SURAT ALI IMRAN : 200
-  SURAT ALBAQOROH : 45
* hai orang2 yg beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negeri) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.(SURAT  ALI IMRAN : 200)
* jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang2 yg khusyu (SURAT ALBAQOROH : 45)

-  SURAT AT-TAUBAH : 111
*  sesungguhnya allah telah membeli dari orang2 mu'min diri dan harta mereka dngn memberikan surga untuk mereka.

-  SURAT AT-TAUBAH : 129
* cukupklah allah bagiku, tidakada ilah selain dia, hanya kepadanya aku bertawakal.

-  SURAT YUSUF : 87
* Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat allah melainkan kaum yg kafir.

SURAT AN-NISA  : 86
apabila kamu dihormati dengan penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dng lebih baik, atau balaslah (dengan yg serupa), sesungguhnya allah memperhitungkan segala sesuatu.

SUBHANALLAH
mari kita berbenah dan terus berbenah.. untuk mempersembahkan yg terbaik dalam masa hidup kita...
dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah...
dimanapun, kapanpun, dan dngn siapapun, selama ALLAH SWT menjadi " JUST THE ONE GOAL" Insya Allah akan bahagia sebagaimana do'a yg terlantun untuk kebahagiaan dunia akhirat..

FASTABIQUL KHAIRAT....   ^_^


Akhwat sejati Yang Hilang

Duhai akhwat idaman, dimanakah kau kini berada? Aneh, mengapa kini aku terlalu sering menemukanmu dimana-mana, apakah kau tak lagi menjadi idaman para pengidam kesucian, tak lagi special, bak bidadari syurga yang hadir di bumi, tak pernah tersentuh jin dan manusia.

Tak kubayang, akhwatku hilang, tak lekang, dimakan jaman yang garang. Dulu kau tak terlihat, tapi aku tak perlu mencari-cari dirimu. Karena aku yakin kau ada, seperti keyakinanku beriman kepada yang ghoib. Semakin ghoib, semakin indah, semakin beriman. Wuih. Subahanallah.

Tapi kini kau tak lagi ghoib, kau begitu menyebar, kau begitu visual, kau begitu obral, sehingga justru aku kehilanganmu di antara kerumunanmu. Terlihat tapi tak terlihat, tak terlihat justru terlihat.

Duhai akhwatku, yang cantik menawan iman. Ketahuilah bahwa semakin ghoib dirimu maka semakin besar energi dirimu, sehingga semakin besar kualitas keakhwatanmu, maka semakin aku merindukanmu. Kami menyayangimu. Sayang sekali jika kau tak menyayangi dirimu sendiri lagi; dalam kekhawatiranmu yang berlebihan pada Tuhan.

Ku tahu kau berhijab dalam hizibmu. Tapi mengapa harus kau lupakan inti perjuanganmu, apakah karena hizibmu tidak lagi tegas padamu. Apakah identitasmu harus bergantung pada identitas hizibmu yang mulai teragu?

Ku yakin, kau tahu bahwa kau bagai perhiasan di mata ikhwan atau kawan. Dan karakter dari perhiasan adalah butuhnya sebuah atau banyak perhatian. Yang memperhatikan nikmat, yang diperhatikan bahagia. Dan biasanya perhiasan eksklusif berkarakter : diam, tersembunyi, dijaga ketat, personal & privacy, dan hanya orang-orang yang sudah menunaikan akad “jual beli” yang boleh memakainya. Kecuali perhiasan murahan, tak perlu akad spesial pun sudah bisa dipakai siapapun …. lalu menjadi manusia terbuang…na’udzubillahi min dzalik.

Duhai akhwat budiman kekasih ikhwan beriman, perhatikanlah bahwa kau adalah perhiasan terindah. Bisakah kau bayangkan, bahwa perhiasan itu “diam”nya saja sudah indah dan menggoda. Maka apa yang terjadi jika engkau pun bergerak – kesana kemari- sehingga mata ikhwan memandangmu, sengaja tidak sengaja, sebab syaitan itu cerdas dan waras. Sedangkan ikhwan itu cerdas tapi terbatas. Karena ikhwan itu terbatas, maka kau harus membatasi diri dari pandangannya, agar syaitan usahanya pun terbatas menggoda manusia beriman, akhwat dan ikhwan.

Kuharap kau lebih banyak diam yang penuh gerakan, daripada gerakan yang membuat ikhwan terdiam. Pahamkah maksudku? Kau begitu indah untuk tidak diperhatikan, perhiasan itu begitu banyak yang memperhatikan, kadang saling bersaing antara satu perhaiasan dengan perhiasan lainnya, bersaing untuk diperhatikan… tentu saja karena adanya perhatian. Perhatian hadir karena adanya sumber perhatian dan adanya yang memperhatikan.

Fokus dakwah pun kadang berubah, bahasan bab menikah dan poligami lebih menjadi perhatian daripada bagaimana cara memperjuangkan dakwah ini, dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah, Ilahi Robbi?

Duhai akhwat, kau bukan syahwat; ku tak menyalahkanmu, tapi marilah mulai hari ini sama-sama kita mengambil porsi yang tidak melampaui suci. Sebab akhwat itu wanita, dan wanita itu makhluk indah sejati yang penuh perasaan, maka perlu diberikan banyak batasan. Agar perasaannya tidak meluap dan tumpah di sembarang nyawa. Jika satu atau dua batasan sudah mulai dianggap tak membatasi, maka berkhawatir dirilah jika engkau kesulitan mengontrol perasaanmu yang agung itu….

Wahai akhwat sejati, bukanlah karena cantikmu engkau diperhatikan, tapi karena diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Berterimakasihlah kepada orang-orang yang memperhatikanmu, dan bersyukurlah kepada Allah agar DIA tetap memperhatikanmu. Kalau Allah yang memperhatikanmu, maka para ikhwan beriman pun insya Allah tak sungkan tuk memperhatikanmu. Tapi kalau perhatian manusia yang engkau kejar, maka kemanakah kau tempatkan perhatian Tuhanmu, dari hatimu yang agung, wahai calon ibu, wanita yang paling perhatian….dan butuh perhatian. Harus diperhatikan.

"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". { Q.S. Al-Insyiroh (94) : 8}
(repost from inbox ta'aruf comuniti )

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls