Menangkal Rasa Gelisah

Gelisah karena banyak masalah? gelisah karena cinta tak berbalas? gelisah karena tak bisa tampil oke and keren seperti teman-temanmu yang orang tuanya tajir/kaya? gelisah karena tampang cuma pas-pasan? gelisah karena uang saku dari ortu kurang, padahal semua kebutuhan sudah naik? dan kegelisahan-kegelisahan lain yang mungkin saja bisa menyergap dan menyentuh hatimu.. iya kan? coba deh ikuti tips-tips ini, semoga ngga gelisah lagi ya?

I. LURUSKAN IMAN

Saat kamu gelisah coba renungkan kembali keadaan jiwamu. Kamu akan menemukan bahwa ada hal yang kurang dalam keimananmu pada ALLAH. Memang apa hubungannya antara Iman dan gelisah? Baik, silahkan buka QS. An-Nahl : 97 yang artinya :

"Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Seorang yang beriman tak kan lepas dari yang namanya cobaan/ujian, tapi ujian tersebut dihadapi dengan kelapangan dada, kok bisa? Ya, karena orang yang beriman mengetahui arti dan makna kesabaran. Jika mereka menerima ujian dari ALLAH, mereka yakin bahwa ALLAH pasti memberi pahala yang lebih baik dari yang mereka kerjakan, iya kan? Sabar itu bukan berarti cuma bilang, sabar...sabar (sambil ngurut dada, tapi dalam hatinya menggerutu lho >> kayanya itu sih ungkapan keputusasaan, tak punya pengharapan dan pahala dari ALLAH SWT).

Lihat juga sabda Nabi Muhammad SAW :

"Sungguh mempesona urusan orang yang beriman. Semua urusannya baik, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun selain orang beriman. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya. Dan jika dilanda kesusahan ia bersabar, maka hal itu menjadi baik baginya." (HR Muslim).

Jika kamu masih gelisah, teruslah perbaiki hubunganmu dengan ALLAH. Perkuat lagi keimanan dengan terus mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an dan sabda Nabi SAW.


II. BERBUAT BAIK SAJA

Huuuh, aku memberinya susu tapi ia malah membalasnya dengan air tuba... pastinya hatimu sakit and cekot-cekot, kecewa, dongkol, geram, dan sejenisnya (campur aduk dah..) karena kebaikan kita dibalas dengan keburukan/kejahatan, iya kan?

Supaya hatimu ngga gelisah, makanya tekadkan dalam hati sejak awal untuk berbuat baik kepada siapa pun, kapan pun, dimana pun tanpa mengenal pamrih. Dan jangan menunggu ucapan terima kasih dari orang yang telah kita bantu atau siapa pun juga.

Dan ternyata Al-Qur'an punya solusinya lho.. lihat Surat Al-Ihsan : 9 yang artinya :

"Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan ALLAH, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih".

Jadi, tak penting orang lain mau membalas kebaikanmu atau tidak. Yang penting berbuat baik saja tanpa henti, dan hanya mengharap ridha ALLAH SWT. Percayalah kawan, hatimu tidak akan gelisah lagi...

Jazakumullah khairan katsir..

Semoga bermanfaat
sumber : ikhwah gaul

ORANG MU'MIN TERCIPTA PENUH COBA

Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby
Sumber : Al-Manhaj

Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sesunguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa' (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat". [Silsilah Hadits Shahih No. 2276].

Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.

Mufattan
Artinya : "Orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah. Maksudnya : (orang mukmin) adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh Allah dengan balaa' (bencana) dan dosa-dosa". [Faid-Qadir 5/491].


Dalam hal ini fitnah (cobaan) itu akan meningkatkan keimanannya, memperkuat keyakinannya dan akan mendorong semangatnya untuk terus menerus berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebab dengan kelemahan dirinya, ia menjadi tahu betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb-nya.

Menurut sebuah riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, (tumbangnya) sekaligus". [Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027].

Ya, demikianlah sifat seorang mukmin dengan keimanannya yang benar, dengan tauhidnya yang bersih dan dengan sikap iltizam (komitment)nya yang sungguh-sungguh.

Tawaab Nasiyy
Artinya : "Orang yang bertaubat kemudian lupa, kemudian ingat, kemudian bertaubat". [Faid-Al Qadir 5/491].

Seorang mukmin dengan taubatnya, berarti telah mewujudkan makna salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu sifat yang terkandung dalam nama-Nya : Al-Ghaffar (Dzat yang Maha Pengampun). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". [Thaha : 82].

Apabila Diingatkan, Ia Segera Ingat.

Artinya : "Bila diingatkan tentang ketaatan, ia segera bergegas melompat kepadanya, bila diingatkan tentang kemaksiatan, ia segera bertaubat daripadanya, bila diingatkan tentang kebenaran, ia segera melaksanakannya, dan bila diingatkan tentang kesalahan ia segera menjauhi dan meninggalkannya".

Ia tidak sombong, tidak besar kepala, tidak congkak dan tidak tinggi hati, tetapi ia rendah hati kepada saudara-saudaranya, lemah lembut kepada sahabat-sahabatnya dan ramah tamah kepada teman-temannya, sebab ia tahu inilah jalan Ahlul Haq (pengikut kebenaran) dan jalannya kaum mukminin yang shalihin.

Terhadap dirinya sendiri ia berbatin jujur serta berpenampilan luhur, sedangkan terhadap orang lain ia berperasaan lembut dan berahlak mulia, bersuri tauladan kepada insan teladan paling sempurna yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang telah diberi wasiat oleh Rabb-nya dengan firman-Nya :

"Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka .....". [Ali Imran : 159]

Inilah sifat seorang mukmin. Ini pula jalan hidup serta manhaj perilakunya.

[Majalah Al-Ashalah edisi 15, Th III 15 Dzul Qa'dah 1415H]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah edisi 07/th III/1419-1998, Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah, Jl Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]
Repost => Tazkiyatun Nafs

Khauf (Rasa Khawatir)

Berkata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah -Rahimahullah-
Siapa saja yang mengharapkan sesuatu, maka diisyaratkan adanya tiga hal:
Pertama : Menyukai apa yang diharapkan.
Kedua : Khawatir akan kehilangan apa yang diharapkan.
Ketiga : Berusaha keras untuk mendapatkannya.

Harapan yang tidak dikaitkan dengan sesuatu disebut angan-angan. Harapan berbeda dengan angan-angan. Setiap orang yang berharap pasti ada rasa khawatir. Seorang yang berjalan di jalan raya bila merasa khawatir, ia akan mempercepat jalannya, takut kehilangan sesuatu.

Tirmidzi meriwayatkan dalam Jami’'nya hadis yang bersumber dari Aisyah radhiallahu anha. Beliau berkata, 'Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat tersebut, 'Apakah mereka itu orang yang meminum khamr, berzina, dan mencuri? Beliau menjawab, "Bukan, wahai puteri as-Shiddiq. Mereka adalah orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, namun mereka khawatir kalau amal yang mereka lakukan itu tidak di terima oleh Allah. Mereka itulah sebenarnya orang yang berlomaba-lomba dalam barbuat amal kebajikan.”

Allah mensifati orang-orang yang bahagia dengan ihsan, 'kebaikan dan khauf ‘kekhawatiran'. Sebaliknya, Allah justru memberi sifat orang jahat dengan keburukan dan rasa aman. Maksudnya, orang yang beramal kebaikan itu pasti bahagia, namun mereka tetap merasa khawatir, sedangkan orang-orang yang berbuat kejahatan pasti hina tetapi ia merasa. aman.

Orang-orang yang merenungkan keadaan para sahabat tentu akan menemukan mereka dalam puncak amal dan puncak kekhawatiran, sedangkan kita semua berada pada posisi kekurangan bahkan melampaui batas, tetapi perasaan kita aman-aman saja. Duhai celaka!


Sumber: Ad-Da’u wa Ad-Dawa (Terapi Penyakit Hati) oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah hal. 58-60

Katakanlah dalam wudhu mu


Katakanlah dalam wudhu mu

Ya Allah…
Sucikanlah hatiku daripada sebarang dosa
Dosa-dosa yang bisa melalaikan diriku
Dari terus mengingatimu
Ampunilah dosaku Ya Allah

Ya Allah…
Sucikanlah setiap perkataanku
Dari mengatakan sesuatu yang kau cegah
Dan latihkanlah lidahku
Untuk terus menyebut namamu
Agar diriku terus mengingatimu

Ya Allah…
Masukkanlah aku dalam golongan-golongan
Mereka yang menghidu wangian syurga
Sesungguhnya setiap insan menginginkan syurgaMu

Ya Allah…
Lindungilah aku dari melihat maksiat
Yang bisa meruntuhkan akhlakku
Sebagai seorang muslim sejati
Dan sucikanlah wajahku dari pandagan keji manusia
Agar aku terus dalam keimananMu

Ya Allah…
Peliharalah kedua tanganku dari menyentuh
Najis maksiat
Sesungguhnya Engkau murka terhadap
Insan yang menyentuh maksiat

Ya Allah…
Sucikanlah fikiranku dari segala kekotoran
Yang bisa merosak keimananku
Agar diriku tidak terjerumus dalam lembah kehinaan

Ya Allah…
Lindungilah kedua telinggaku
Dari mendengar perkara-perkara maksiat
Agar hati suciku terjaga dari kemungkaran

Ya Allah…
Kaki adalah berperanan
Mengerakkan tubuh badanku
Maka dengan itu lindungilah kakiku
Dari melangkah kea rah kemaksiatan yang durjana
Agar terpancarnya terus sinar keimanan terhadapku

Ya Allah…
Hanya padaMu kubermohon
Kerna hanya Engkaulah tuhan yang Satu
Pencipta sekalian alam
Maka dengan sesungguhnya
Kabulkanlah doa ummat Mu ini
Amin Yarobbal Alamin…

sumber mutiara sajak islami =http://jejakasepi91.blogspot.com

10 Ciri Wanita Solehah

Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang solehah.

Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang solehah karena banyak wanita muslimah yang tidak solehah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
Ertinya: “Maka wanita yang solehah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)
Wanita solehah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi S.AW. bersabda, Ertinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang solehah.”
Alangkah indahnya jika setiap muslimah menjadi wanita yang solehah, idaman setiap suami. Oleh karena itu setiap wanita bersegera untuk memperbaiki diri dan akhlaqnya agar menjadi wanita yang solehah. Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan ciri-ciri wanita solehah, di antaranya:
1. Pertama
Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Subhaanahu wata’ala adalah Rabbnya, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi-Nya, serta islam pedoman hidupnya. Dampak itu semua nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murka Allah, takut dengan siksa-Nya yang teramat pedih, dan tidak menyimpang dari aturan-Nya.
2. Kedua
Wanita muslimah selalu menjaga solat lima waktu dengan wudhuknya, khusyu’ dalam menunaikannya, dan mendirikan solat tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyibukkannya dari solat itu. Tidak ada sesuatupun yang melalaikan dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wata’ala sehingga nampak jelas padanya buah solat itu. Sebab solat itu mecegah perbuatan keji dan munkar serta benteng dari perbuatan maksiat.
3. Ketiga
Wanita muslimah adalah yang menjaga hijabnya dengan rasa senang hati. Sehingga dia tidak keluar kecuali dalam keadaan berhijab rapi, mencari perlindungan Allah dan bersyukur kepadaNya atas kehormatan yang diberikan dengan adanya hukum hijab ini, dimana Allah Subhaanahu wata’ala menginginkan kesucian baginya dengan hijab tersebut. Allah berfirman:
Ertinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)4. Keempat
Wanita muslimah selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasihatinya, memelihara kesejahteraannya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, serta tidak menyakiti hatinya.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا صلحت المرأة خمسها وصامت شهرها وأطاعت زوجهادخلت جنّة ربّها (رواه أحمد وطبراني)

5. Kelima
Wanita muslimah adalah wanita yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan ke dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjauhkan mereka dari segala jenis kemaksiatan dan perilaku tercela.
Allah berfirman,Ertinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)6. Keenam
6. ke enam
Wanita muslimah tidak berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahramnya.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,Ertinya: “Tidaklah seorang wanita itu berkhalwat dengan seorang laki-laki, kecuali setan menjadi pihak ketiganya” (Riwayat Ahmad)Dia dilarang bepergian jauh kecuali dengan mahramnya, sebagaimana pula dia tidak boleh menghadiri pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali karena mendesak. Itupun harus berhijab. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Ertinya: “Seorang wanita dilarang mengadakan suatu perjalanan sejarak sehari semalam keculai disertai mahramnya” (Mutafaq Alaih)Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk keperluan kalian (wanita)” (Mutafaq Alaih)
7. Ketujuh
Wanita muslimah adalah wanita yang tidak menyerupai laki-laki dalam hal-hal khusus yang menjadi ciri-ciri mereka.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,Ertinya: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki”
Juga tidak menyerupai wanita-wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian, maupun gerak-gerik dan tingkah laku.
8. Kedelapan
Wanita muslimah selalu menyeru ke jalan Allah di kalangan wanita dengan kata-kata yang baik, baik berkunjung kepadanya, berhubungan telefon dengan saudara-saudaranya, maupun dengan sms. Di samping itu, dia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari siksa Allah.
9. Kesembilan
Wanita muslimah selalu menjaga hatinya dari syubhat maupun syahwat. Memelihara matanya dari memandang yang haram. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
Ertinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)Menjaga farajnya, memelihara telinganya dari mendengarkan nyanyian dan perbuatan dosa. Memelihara semua anggota tubuhnya dari penyelewengan. Ketahuilah yang demikian itu adalah takwa.
10. Kesepuluh
Wanita muslimah selalu menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia,baik siang hari atau malamnya. Maka dia menjauhkan diri dari ghibah (mengumpat), namimah (mengadu domba), mencaci dan hal lain yang tidak berguna.
Ertinya: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran, namun jadilah hamba-hamba Allah yang bersatu” (Riwayat Muslim)Artinya: “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (Mutaffaq Alaih)
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, Ertinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak dapat tidur dan panas” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls