indahnya islam

Apakah Anda pernah merasakan dalam hidup ini betapa indahnya Islam ? Jika belum, rasakan dulu betapa bahagianya seorang muslim hidup di bawah naungan agama terakhir. Seluruh panduan kehidupan tertuang dalam Al Quran. Inilah sumber kebahagiaan hakiki dari pencipta seluruh alam semesta dan isinya, termasuk manusia.

Sayangnya masih banyak orang menggali berbagai ilmu tidak bermanfaat dalam mencari kebahagiaan. Manusia mencari berlian di dalam bumi yang terang padahal berlian itu berada di dalam kamar. Manusia tidak mencari sumber kebahagiaan dari tempatnya.Islam seperti artinya damai, maka kedamaian di hati akan dicapai dengan memeluk Islam sepenuh hati. Mereka yang tidak pernah merasakan nikmatnya dalam naungan Islam ini karena memandang Islam sebelah mata. Syumuliatul Islam tidak dirasakan dalam dirinya.

Keindahan Islam misalnya bisa dirasakan dalam peribadahan. Betapa indahnya harmoni alam dengan manusia dalam beribadah kepada-Nya. Matahari sudah berjuta tahun mengabdi kepada Maha Pencipta dengan terbit di timur dan tenggelam di Barat. Matahari masih menemani setiap mahluk setiap hari. Dia tidak pernah absen. Kesetiaan mahluk yang namanya matahari ini menimbulkan rasa syukur akan diri dalam merasakan nikmat beribadah kepada-Nya.

Saat sujud dalam shalat terasa sekali syahdunya dalam payung keindahan peribadahan Islam setiap hari. Namun tentu saja rasa bahagia ini dapat direngkuh bagi mereka yang percaya 100 persen akan isi dari panduan hidup Islam.

dikutif dari http://www.oasetarbiyah.com/

Sebuah Kisah Dari Kampung Jilbab

Pada tahun 2000 aku punya tetangga baru. Orangnya bergaya terbuka, maksudku dalam hal berpakaian. Celana yang dikenankannya setinggi lututnya, dan bajunya pun “you can see”. Orangya memang putih dan semampai. Ketika dia masuk keperkampungan jilbab, dia merasakan dirinya sangat langka. Sebut aja namanya Anne ( nama samaran ).

“Sekarang kamu berjilbab. Kalau boleh tahu apa penyebabnya?” Iseng aku bertanya pada Anne setelah sama-sama pulang dari belajar ngaji.

“Khan kamu tahu, dulunya auratku terbuka. Tapi setelah aku mejadi warga kampung ini, aku seperti minder sendiri.” Dia senyum-senyum sambil mensejajari langkahku yang terbilang cepat. Waktu menunjukkan jam 6 sore, aku harus tiba di rumah sebelum Magrib tiba.

Anne rajin mengikuti pengkajian rutin di kampung itu. Ketika kami belajar ngaji untuk memperbaiki tajwid kami, maka dia pun tidak ingin ketinggalan. Subhanallah! Dari seorang wanita yang tidak begitu paham ber-islam, akhirnya bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.

Anne termasuk beruntung, karena bisa menggapai hidayah Allah S.W.T. Sebaliknya, ada seorang wanita, yang telah bergabung beberapa tahun pada pengkajian rutin, tetap saja tidak mampu menutup auratnya secara penuh. Bila berada di teras depan rumahnya, jilbabnya terlupakan.

Faktor teman memang mempengaruhi Anne, tapi tidak dengan yang lainnya. Ada beberapa warga di kampung jilbab seperti tak tersentuh oleh hidayah. Mereka hanya menutup aurat bila menghadiri ta’lim ataupun undangan. Selain itu? Tentu saja seperti kebanyakan wanita dalam berpakaian.

Ketika saya pulang dari menghadiri Ta’lim di siang hari, saya melihat Asni ( nama samaran ) duduk di teras depan rumahnya .Terlintas dalam benak :”Mengapa wanita yang satu ini belum istiqomah.” Saya hanya mampu mendo’akan, semoga pengkajian rutin yang diikutinya tetap dia lakoni. Hanya itu yang dapat saya lakukan.

Asni secara pelan tapi pasti, mulai meninggalkan jilbab. Silaturahim ke tetangga dekatnya mulai dia lakukan tanpa jilbab.Hasilnya? Dia mengundurkan diri dari dunia pengkajian dengan banyak dalih. Wallahu’alam, bila Allah tidak memberikan petunjuk kepada seseorang, maka kita pun tak kan mampu mengubahnya. Walau pun kita ingin.

Teringat tentang wejangan seorang ustadz :”Langkah syaitan itu sedikit, tapi pasti. Artinya dia menggoda manusia mulai dari yang paling ringan. Hingga manusia yang di godanya tidak merasa telah melakukan suatu kemungkaran. Pelan tapi pasti, menandakan usaha syaitan bersifat iqtiqomah hingga tujuannya berhasil”.

Dua wanita yang sama tinggal di kampung “jilbab”, ternyata tidak sama dalam menyikapi lingkungannya. Teringat saya akan tulisan Imam Al-Gazali di bukunya Ihya Ulumuddin bahwa : “Hati manusia itu bagaikan cermin. Hidayah Allah S.W.T di umpamakan cahaya. Maka, bila cermin itu kotor, walhasil cahaya seterang apapun tidak akan mampu menembus cermin itu.”

Ternyata Hidayah Allah selalu bersinar sepanjang masa, tapi untuk menemukannya diperlukan suatu keadaan yang harus kita miliki. Seperti yang telah di andaikan oleh Imam Al-Gazali, hati kita haruslah bersih sebagaimana cermin yang telah dibersihkan. Untuk mencapai itu memang diperlukan kemauan dan kesadaran yang kuat.
Karena kita tahu hati ini akan selalu kotor, apalagi di jaman sekarang yang merupakan jaman serba boleh. Setiap orang dapat mengekspresikan dirinya dalam berbusana. Dapat kita lihat juga pada tayangan televisi yang seharusnya terlarang, untuk ditayangkan di negeri berpenduduk mayoritas muslim ini.

Maka benarlah, bila Allah S.W.T telah berfirman : “Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan jiwa.” Saya lupa ayatnya, tapi firman ini membuat saya sadar, dan memberikan suatu makna pada diri, bahwa hati ini memerlukan suatu pembersihan yang berkelanjutan, agar hidayah Allah mudah kita genggam. Amin.

(sumber dari : muslimahberjilbab.blogspot.com)

MINTALAH TOLONG KEPADA ALLAH

Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : "Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat : Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." (HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih. Dalam riwayat selain Tirmidzi : “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan”) .


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu”, maksudnya hendaklah kamu menjadi orang yang taat kepada Tuhanmu, melaksanakan semua perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-Nya.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu”, maksudnya hendaklah beramal karena-Nya dengan penuh ketaatan sehingga Allah tidak memandangmu sebagai orang yang menyalahi perintah-Nya, niscaya kamu akan mendapati Allah menjadi penolongmu di saat situasi sulit, seperti yang pernah terjadi pada kisah tiga orang yang tertimpa hujan lebat lalu mereka berlindung di dalam gua, kemudian pintu gua tertutup batu. Pada saat itu mereka berkata kepada sesamanya : “Ingatlah kebaikan yang pernah kamu lakukan, lalu mohonlah kepada Allah dengan kebaikan itu supaya kamu diselamatkan”. Kemudian masing-masing menyebut kebaikan yang pernah dilakukan, maka batu penutup gua itu kemudian terbuka lalu mereka dapat keluar. Kisah mereka ini popular dan terdapat pada Hadits shahih.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah”, memberikan petunjuk supaya bertawakkal kepada Allah, tidak bertuhan kepada selain-Nya, tidak menggantungkan nasibnya kepada siapa pun baik sedikit ataupun banyak.

Allah berfirman :

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath Thalaq : 3)

Berapa besar ketergantungan seseorang kepada selain Allah baik dalam hatinya maupun dalam angan-angannya, maka sebesar itu pula ia telah menjauhkan diri dari Allah untuk bergantung kepada sesuatu yang tidak kuasa memberinya manfaat atau kerugian. Begitu juga takut kepada selain Allah.

Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan dengan sabdanya : “Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu”.
Begitu pula dalam hal kerugian, “niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu”. Inilah yang disebut iman kepada taqdir.
Iman kepada taqdir adalah wajib, baik taqdir yang baik maupun yang buruk. Apabila seorang mukmin telah yakin dengan hal ini, maka apa perlunya dia meminta kepada selain Allah atau memohon pertolongan kepada yang lain. Begitu pula jawaban Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada malaikat Jibril ketika ia bertanya kepada beliau saat berada di langit (ketika mi’raj) : “Apakah engkau membutuhkan pertolongan?” Beliau menjawab : “Kalau kepadamu tidak”.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”, menguatkan keterangan tersebut diatas, maksudnya tidak berlawanan dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya.

Kemudian sabda beliau : “Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan”, maksudnya beliau mengingatkan kepada manusia di dunia ini, terutama orang-orang shalih bahwa mereka itu selalu dihadapkan kepada ujian dan cobaan sebagaimana firman Allah :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ


“Sungguh Kami pasti memberi cobaan kepada kamu sekalian dengan sesuatu berupa rasa takut, kelaparan, berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan. Dan gembirakanlah orang-orang yang bersabar, yaitu mereka yang bila ditimpa musibah, mereka berkata : ‘Sungguh kami semua adalah milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nyalah kami kembali’. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan limpahan karunia dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang terpimpin”. (QS. 2 : 155-157)

Allah berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”. (QS. Az Zumar : 10)

sumber : Syarhul Arba’iina Haditsan an Nawawiyah

AFWAN,, SEMOGA BERMANFAAT,, ^_^

Copas From Forum Da'wah Fb

RENUNGAN

Perhatikan Sabda Nabi ini,
“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah!!! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)


Duhai teman..!!
Hindari dirimu dari permainan dan kesia-siaan
Jaga kesucian dalam cinta dan kasih sayang
Keni'matan sesaat jangan kau jadikan tujuan
Keindahan semu jangan kau damba-dambakan

Saatnya kini, kita bangkit dan sadar diri
Bersihkan segala penyakit dan karat dari hati
Segala cacat dan maksiat yang membuat lalai
Takutlah di hari,
Di mana tak ada yang luput dari Illahi

Duhai jiwa...!!
Bangkit dan siapkan dirimu tuk hari depan
Hindari nafsu yang membuatmu lupa daratan
Ayo bergegas menuju keselamatan
Ayo berjuang, berjuang, dan berjuang
Agar kau selamat dari adzab yang membinasakan
Selamatkan dirimu dari api yang menyengsarakan

Duhai kau...!!
Yang suka bermain-main di dunia ini
Ingat,,! Kehidupan dunia tak akan abadi
Tak cukupkah bagimu segala keni'matan
Hingga kau habiskan waktumu dalam permainan
Negeri yang fana ini segeralah kau tinggalkan
Karena tak ada yang abadi dalam keni'matan dunia
Semua kan sirna bila waktunya tiba

Copas from ikhwah GauL.

4F Yang Harus Kita Hindari

Perang pemikiran (Ghozwul Fiqri, seterusnya ditulis GF) adalah cara orang kafir untuk menghancurkan umat muslim di dunia.. Karena menurut orang kafir, umat islam tidak akan kalah dalam perang dengan menggunakan fisik.. Jadi orang kafir menggunakan "4F" untuk menghancurkan umat muslim..

Apa itu 4F?

4F adalah salah satu taktik orang kafir dalam GF..

- FUN: yaitu dengan membangun tempat/kegiatan yang membuat kita terlalai dalam mengingat ALLAH SWT.
Contoh: zina (pacaran), membuat tempat hang out seperti Mall, Game Center, dll..

- FILM: film dapat membuat kita tertarik dalam melakukan sesuatu.. seperi pacaran maupun berzina! orang kafir ingin membuat kita tertarik dengan hal" seperti itu..

- FASHION: anak remaja sekarang sangat memperhatikan yang namanya style, apalagi wanita.. mereka rela memperlihatkan aurat yang seharusnya ditutup demi mengikuti trend masa kini.. mereka bahkan mengatakan bahwa berpakaian seperti itu agar disebut gaul..

- FOOD: mengapa makanan juga termasuk dalam GF? kita khan dapat membedakan mana makanan yang halal maupun haram? orang islam lengah dalam hal ini.. zaman sekarang ada yang namanya fastfood (makanan cepat saji).. kita tidak tahu proses ketika memasak makanan itu.. apakah ketika memotong ayam/sapi itu mereka mengucapkan bismillah? bisa saja daging yang mereka sajikan itu proses pemotongannya tidak mengucapkan bismillah bahkan bisa saja yang kita makan itu bangkai..

Copas from ikhwah Gaul..

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls